Thursday, 26 May 2016

Memperingati Hari Penyu sedunia, Komunitas Peduli Selayar Melepas Tukik

Memperingati hari penyu sedunia 23 Mei 2016 lalu, komunitas peduli selayar (PisCom) menggelar baksos dan pelepasan tukik di kampung penyu dusun Tulang Desa Barugaiya Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.



Dalam kegiatan yang di gelar sore hari di hadiri anggota komunitas peduli selayar dan pemerhati selayar. Kegiatan yang di rangkaikan dengan bakti sosial yakni pembersihan pantai area pantai kampung penyu ini. Kegiatan yang di lakukan ini adalah bentuk pelestarian alam dan lingkungan terkhusus di wilayah kabupaten Kepulauan Selayar.

Anggota Komunitas Herlina Syam siap
melepaskan tukik
Kegiatan yang dikolaborasikan dengan komunitas lain Scooter Tanadoang Club dan pemerhati penyu di kabupaten kepulauan selayar berlangsung cukup meriah dan santai. Teman-teman komunitas menikmati pelepasan tukik ini seakan membawakan diri dalam kegiatan Moto GP yakni adu kecepatan. Kalau di Moto GP menggunakan motor tetapi komunitas di sore ini menggunakan tukik (anak penyu) untuk dilepaskan dilepas pantai kampung penyu. Sesame komuniitas beradu kecepatan dengan yang lain untuk sampai di pantai yang indah untuk bersantai di sepanjang pantai ini.

Salah seorang pemerhati wisata dan kelestarian penyu di wilayah kabupaten selayar, Sarbini mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen komunitas atas partisipasinya membersihkan areal penangkaran penyu dan pelepasan tukik semoga memberikan berkah dan tukik yang dilepaskan kembali untuk membenamkan telurnya di areal pantai yang telah di bersihkan.

Selain itu Sarbini juga mengajak komunitas untuk berbagi edukasi pemahaman dasar tentang konservasi penyu. Sarbini menantang anggota PisCOm untuk bias camping di kampung penyu untuk bersama-sama menunggu penyu bertelur dan mendokumentasikannya.
Lebih lanjut Sarbini menjelaskan bahwa penyu terkhusus di selayar yang habitatnya di kampung penyu ini, musim bertelurnya di mulai bulan januari hingga Mei namun pergeseran musim juga mempengaruhi siklus ini.
Untuk tahun 2016 ini menurut Sarbini pertama kali penyu bertelur di bulan Maret dan puncaknya bulan Mei Juni dan diperkirakan berakhir di bulan Agustus nanti. Sarbini mengajak anggota PisCom untuk menyaksikan penyu bertelur dan mendokumentasikan.

Lebih lanjut lagi Sarbini yang akrab disapa om ben ini menjelaskan zonasi di sekitaran penelusuran yang dikontrol oleh Pak Datu selaku pengelola dan coordinator lapangan, di bagi menjadi 9 titik. Ada 6 titik di pantai kampung penyu sepanjang +1 km, 2 titik di Sumingi dan Borong-borong, 1 titik gabungan di Barugaiya dan Tangkala. Sehingga memudahkan untuk mendata jumlah telur dan indukan yang naik bertelur dalam 1 musim. Jumlah telur yang sudah ditemukan hingga 23 Mei yakni 1.900 butir dari 17 ekor indukan.

Om Ben mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadi volunteer atau sukarelawan, dan jika berminat silahkan menghubungi pak Datu (Koordinator Kampung Penyu) karena banyak hal yang bisa dilakukan di Kampung Penyu disamping belajar tentang penyu, mangrove, ekosistem pesisir lainnya dan mungkin ada keahlian volunteer yang bisa dibagi untuk peningkatan kapasitas  dan MPA, khususnya bagi masyarakat dusun Tulang.

Salam Pemerhati Selayar….
Berbuat dan bekerja ikhlas untuk Selayar yang lebih baik….

@Basrum Baccung
Hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas. Jatuh, berdiri lagi! Kalah, bangun lagi! Gagal, bangkit lagi! pastikan SUKSES dalam genggaman Anda!!!